Optimasi lahan merupakan salah satu langkah strategis dalam mengantisipasi kekurangan lahan untuk memproduksi padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktifitas lahan sawah.
Optimasi lahan pertanian adalah kegiatan yang dilakukan oleh petani dengan pemanfaatan lahan yang sebaik mungkin untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui produktifitas pertanian yang baik, namun kurangnya minat dari warga yang memiliki lahan sawah maupun petani penggarap dalam beberapa tahun terakhir membuat lahan tidak digunakan atau dibiarkan 'taung' tanpa menghasilkan manfaat untuk mereka kecuali menjadi semak belukar yg ditumbuhi 'ilung, kayuapu, susupanan, bindrang' dan gulma sejenisnya.
Pemerintah Desa Jawa Laut mencoba berinovasi dengan Program Pembukaan Lahan sebagai Upaya Optimasi Lahan Pertanian melalui Kegiatan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), yaitu dengan cara memberdayakan masyarakat untuk membuka kembali lahan sawah yang sudah bertahun-tahun tidak dimanfaatkan karena kondisi alam yang tidak bersahabat.
Pembukaan lahan merupakan salah satu langkah awal untuk bercocok tanam, pada suatu areal yang sebelumnya banyak ditumbuhi oleh pepohonan, gulma dan keanekaragaman hayati di dalamnya, pembukaan lahan di lakukan untuk keperluan seperti lahan pertanian.
Ada banyak cara yang biasa dilakukan petani untuk melakukan pembukaan lahan. Mulai dari manual, mekanis hingga penggunaan bahan kimia seperti herbisida. Pembukaan lahan dengan manual dilakukan dengan tangan manusia langsung dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, parang, dll. Sedangkan pembukaan lahan yang dilakukan dengan mekanis dilakukan dengan menggunakan berbagai macam mesin pertanian seperti traktor. Selain memperbaiki tanah, pembersihan juga bertujuan memperlancar arus air dan menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk ke petak sawah.
Inovasi Pemerintah Desa Jawa Laut juga dengan mencoba hal baru melalui Program Optimalisasi Lahan Pertanian sebagai Upaya Peningkatan Produksi Padi melalui pengawalan dan pendampingan petugas yang memang ahli di bidang pertanian. Pemerintah Desa Jawa Laut memberdayakan unsur-unsur terkait di bidang pertanian seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Pertanian Kab. Banjar melalui pendampingan Penyuluh Pertanian.
Meskipun program ini cukup beresiko karena faktor alam yang membuat petani selama beberapa tahun ini 'menyerah' dalam berusaha tani, namun melalui program ini Pemerintah Desa Jawa Laut ingin membangun semangat dan rasa optimis para petani dengan memfasilitasi kegiatan budidaya padi melalui bantuan saprodi, pengadaan alat dan mesin pertanian yang diperlukan.
Program Optimasi dan Optimalisasi Lahan Pertanian sebagai Upaya Meningkatkan Produksi dan Produktivitas Padi untuk Ketahanan Pangan Desa dirasa perlu dilakukan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan.